SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Jubir Satgas COVID-19 sebut Indonesia Masuk Gelombang Kedua

 

Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok. Istimewa)


Tangkas Net Indo - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus mingguan virus corona di Indonesia sudah mencapai puncaknya. Bahkan, kata dia, kasus pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan kasus pada awal 2021.


"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID di Indonesia," kata Wiku dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).


Kasus minggu ini lebih tinggi dari kasus di awal 2021


Wiku menjelaskan, pada puncak pertama Januari 2021, jumlah kasus mingguan mencapai 89.902 kasus. Sedangkan pekan ini jumlahnya jauh lebih tinggi, mencapai 125.396 kasus.


Pekan lalu, Indonesia mencatat jumlah kasus positif harian yang sangat tinggi, bahkan mencatat rekor baru kasus harian tertinggi selama pandemi, yakni bertambah 21.345 kasus dalam satu hari.


Wiku mengatakan, pada puncak kasus pertama, kenaikan dari titik terendah kasus 283 persen dan mencapai puncaknya dalam 13 minggu. Sedangkan pada puncak kedua ini, peningkatan dari titik terendah kasus mencapai 381 persen atau hampir 5 kali lipat dan mencapai puncaknya dalam waktu 6 minggu.


Bahkan, lanjut Wiku, Indonesia sudah mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama, yakni selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen.


“Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca periode libur lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca periode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir,” kata Wiku.


Wiku mengatakan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berkontribusi besar terhadap puncak pertama dan kedua COVID-19


Wiku menjelaskan, provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus pada puncak pertama tahun 2021 dan kedua.


“Masyarakat, terutama di provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus COVID-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting,” kata Wiku.


“Jika terpapar, mengalami gejala COVID atau memiliki kerabat yang terkena COVID, jujurlah dengan segera melapor kepada ketua RT setempat agar segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Jangan khawatir jika petugas tracing datang untuk melacak kontak erat, dan jangan takut di-swab karena hal ini perlu dilakukan agar kasus positif ditangani dengan cepat sehingga tidak bertambah parah," sambungnya.


Wiku mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengedukasi orang lain tentang COVID-19


Selain itu, Wiku juga mengajak masyarakat untuk turut serta mensosialisasikan edukasi terkait COVID-19 kepada orang-orang di sekitarnya. Hal ini penting karena ada berbagai isu yang masih perlu disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat seperti penggunaan masker yang benar, pentingnya menjaga jarak, dan masih banyak masyarakat yang takut untuk divaksinasi.


“Akseslah informasi COVID-19 yang valid dan terpercaya dari kanal resmi Satgas COVID-19, kementerian/lembaga terkait serta kanal edukasi lainnya, dan pastikan informasi yang disampaikan terkonfirmasi kebenarannya dan bukan hoax,” jelas Wiku.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads