Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
Menurut sebuah studi dalam European Heart Journal: Acute Cardiovascular Care tahun 2015, risiko serangan jantung 8,5 kali lebih tinggi dalam 2 jam setelah ledakan amarah yang intens.
Risiko ini terjadi karena respons serangan amarah dapat mendorong sistem saraf untuk memutus aliran darah ke perut dan mengalihkannya ke otot, yang mempengaruhi sekresi pencernaan.
Kemarahan menyebabkan lonjakan hormon stres kortisol. Selama ledakan amarah yang berkepanjangan dan sering terjadi, bagian sistem saraf menjadi sangat aktif, yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan seiring waktu.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar mengendalikan amarah. Begini caranya!
1. Buat ekspektasi lebih realistis
Begitu banyak kemarahan datang dari ekspektasi yang tidak realistis dari orang lain, dunia pada umumnya, dan diri kita sendiri.
Makanya, bagi orang yang sudah bersusah payah dan berusaha namun hasilnya masih di bawah ekspektasi, maka akan menjadi masalah yang membuat mood turun, yang bisa dengan mudah memancing amarah.
Namun, masih banyak orang yang tidak menyadarinya. Ini termasuk ekspektasi bahwa "orang lain harus berperilaku seperti yang saya butuhkan", "hidup harus adil", dan banyak ekspektasi lain yang terlalu tinggi yang dapat mengganggu emosi di masa depan.
2. Cobalah strategi "fly on the wall"
Emosi negatif sangat mudah diprovokasi setelah kamu diprovokasi. Namun, lain kali seseorang membuatmu kesal, cobalah strategi "fly on the wall". Bagaimana cara melakukannya?
Nah, misalkan kamu sedang melihat sebuah masalah yang membuatmu marah seperti pemandangan dari kejauhan. Orang yang marah mudah tenggelam dalam situasi dan cenderung merenungkan apa yang membuat mereka marah. Makanya, ada orang yang menyesal kalau sedang marah.
Jadi, dengan mengadopsi perspektif fly on the wall ini, kamu dapat lebih menjaga jarak dari masalah.
3. Bernapas lebih dalam
Jika tidak sempat bermeditasi, kamu tetap bisa merasa senang dengan latihan pernapasan dalam.
Menarik napas dalam-dalam bisa mengurangi beban psikologis. Secara khusus, aliran pernapasan yang dalam membantu memperlambat detak jantungmu dan menjaga pikiran tetap fokus pada hal lain selain sumber stresmu.
4. Cobalah beraktifitas sampai berkeringat
Olahraga adalah solusi sehat untuk menyalurkan agresi dan merangsang pelepasan zat kimia otak yang menciptakan rasa nyaman.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penelitian, termasuk studi ulasan yang diterbitkan dalam jurnal Acta Scientific Medical Sciences pada 2019, menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengelola amarah.
5. Cobalah untuk berpikir positif tentang sumber kemarahanmu
Lain kali jika kamu marah dengan teman, pasangan, anggota keluarga, rekan kerja, atau orang lain, coba buat gambaran tentang pengalaman atau ingatan di mana kamu merasakan kepedulian atau cinta yang lebih besar kepada orang itu.
Tips lainnya, bayangkan dirimu melihat kembali peristiwa ini di masa depan, lalu tanyakan pada diri sendiri, "Bagaimana perasaanku setelah melakukan tindakan ceroboh ini?"
6. Terapi
Terapi perilaku kognitif dapat membantumu belajar mengidentifikasi pemicu amarah dan mengendalikan reaksimu terhadap amarah.
Restrukturisasi kognitif melibatkan pembelajaran untuk mengidentifikasi dan menantang gangguan berpikir. Itu termasuk apa yang dikenal sebagai catastrophizing (secara otomatis mengasumsikan kamu berada dalam situasi yang lebih mengancam daripada sebenarnya) dan personalisasi (percaya bahwa pernyataan atau perilaku orang lain diarahkan kepadamu padahal sebenarnya tidak).
7. Bijaklah dalam mengidentifikasi amarah
Memang benar, sangat sulit membuat pilihan cerdas saat kita berada dalam cengkeraman emosi negatif. Nah, daripada mencoba menempatkan diri di gunung yang tinggi dan terjal, jadi lebih baik hindari memanjatnya dulu.
Untuk mengendalikan amarah, kenali tanda-tanda peringatan bahwa kamu sedang kesal atau tidak mood. Saat kamu bisa mengenalinya, jauhi situasi yang membuatmu terjebak dalam amarah. Kamu juga bisa mencoba teknik relaksasi untuk meminimalkan gesekan emosi negatif yang kamu rasakan.
Itu adalah beberapa cara untuk mengontrol amarah yang sedang dirasakan. Tetap bijak dan pandai mengendalikan diri, ya, daripada nanti rasa penyesalan yang akan muncul.
Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya







0 Komentar