Ilustrasi, sumber foto: merdeka.com
Tangkas Net Indo - Pria berinisial MS yang merupakan pegawai Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI), mengaku menjadi korban bullying atau perundungan dari rekan kerjanya. Tak hanya dibully, MS mengaku dilecehkan.
Perlakuan memilukan yang dialami MS viral di WhatsApp Group (WAG). Saat dihubungi, MS mengungkapkan perilaku tak senonoh rekan kantornya di KPI Pusat, Jakarta.
"Puncaknya di tahun 2015, tangan saya dipegang kemudian dicoret kemaluan saya pakai spidol," kata MS saat dihubungi, Rabu (1/9/2021).
MS mengaku diperlakukan seperti 'budak'
MS mengaku mendapat bullying ini sejak 2011, atau saat masih bekerja di KPI. MS mengaku tidak ada masalah dengan KPI. Tetapi beberapa rekan kerjanya mem-bully-nya.
"Karena satu hal, saya mungkin dirundung. Kemudian saya, ibaratnya disuruh beli makanan kayak 'babu', saya merasa seperti 'babu', tetap saya mereka serang saya. Mereka banyak, saya seorang doang," ujarnya.
MS mengaku dibully karena tidak berani melawan rekan kerjanya
MS mengaku sering dihina dan dibully. Lalu, kenapa MS ini bisa di-bully hingga mengalami pelecehan seksual? MS mengaku di-bully karena dianggap 'cupu'.
“Pertama saya cupu orangnya. Saya laki tapi saya cupu, gak berani melawan. Yang kedua mungkin karena, ada perbedaan kontrak. Jadi mereka iri sama saya. Kontraknya berbeda, iri, di situlah mereka melakukan bully," ujarnya.
Tanggapan KPI terhadap kasus pelecehan dan bullying yang viral
Ketua KPI Pusat Agung Suprio angkat bicara soal dugaan pelecehan seksual yang dialami pegawainya. Agung mengatakan KPI akan melakukan investigasi. Bagi MS, kata Agung, KPI akan memberikan perlindungan hukum.
“(KPI akan) memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan pemulihan secara psikologi terhadap korban. (Lalu KPI akan) menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku," kata Agung dalam keterangannya, hari ini.








0 Komentar