SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Menkes Jelaskan Jamur Hitam yang Jangkit Warga India

 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, sumber foto: Humas Setkab - Rahmat

TANGKAS NET INDOMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyakit 'mukormikosis' atau jamur hitam yang menjangkiti ribuan pasien COVID-19 di India belum terdeteksi di Indonesia. Diketahui, jamur hitam ini berisiko menyerang banyak organ tubuh, salah satunya pernapasan.

"Itu adanya di India. Tapi di kita (Indonesia) belum ya," kata Budi seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (2/6/2021).

Perubahan warna pada mata dan hidung

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto mengatakan di India memang banyak kasus jamur hitam pada pasien COVID-19 sebagai infeksi yang mematikan. Penderita yang terinfeksi jamur hitam akan mengalami perubahan pada wajah dan kesulitan bernafas.

"Pasien yang terinfeksi jamur hitam menyebabkan perubahan warna pada mata dan hidung, penglihatan kabur, nyeri dada, dan kesulitan bernapas," kata Agus.

Karena itu, ia meminta Ikatan Dokter Paru Indonesia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi jamur hitam.


Bisa infeksi saluran pernafasan, otak hingga menyebabkan kematian

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru-Paru RS Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan jamur hitam berisiko memicu alergi. Selain itu, jamur hitam juga dapat menginfeksi saluran pernapasan, otak, bahkan menyebabkan kematian.

Konsumsi steroid berkepanjangan dalam proses penyembuhan pasien COVID-19, menurut dia, bisa memicu munculnya jamur hitam.

"Penggunaan steroid jangka panjang bisa menurunkan sistem imun. Kalau menyerang pernapasan, tentu bisa sesak bahkan lumayan hebat kalau disertai COVID-19 yang diderita pasien," ujarnya.


India dan Malaysia menghadapi lonjakan kasus yang signifikan

Di sisi lain, Agus mengatakan bahwa pandemi COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, di India dan Malaysia, kasus COVID-19 saat ini melonjak tajam.

“Kabar terbaru, beberapa negara seperti di India dan Malaysia terjadi pelonjakan kasus yang sangat signifikan,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads