SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Pemerintah Buka Sayembara Desain Istana Ibu Kota Baru

 

Desain istana IKN (Instagram Suharso Monoarfa)


Pemerintah membuka opsi sayembara desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur. Opsi ini dilakukan pemerintah setelah desain Istana Negara sebelumnya mendapat kecaman dari banyak pihak.


Menteri Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pilihannya antara membuat kompetisi desain Istana Negara atau kompetisi arsitek.


"Nanti kita lihat apakah akan membuat sayembara istana negara atau sayembara arsitek dari gagasan bentuk garuda atau bagaimananya, nanti akan kita pikirkan," kata Suharso seperti dikutip ANTARA, Rabu (7/7). 4/2021).


Jika diadakan sayembara desain istana, pemerintah akan memberlakukan aturan yang ketat


Jika nantinya digelar sayembara desain Istana, kata Suharso, pemerintah akan menerapkan aturan ketat sesuai dengan undang-undang arsitek. Menurutnya, gambar arsitektur haruslah dibuat oleh orang-orang yang ahli dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Begitu juga dengan IKN, ketika bangun master plan kita undang konsultan dunia yang punya sejarah dan pengalaman di sektor perencanaan kota yang diakui secara internasional sehingga tidak melanggar undang-undang yang ada di kita,” kata Suharso.


Suharso meminta semua pihak untuk melihat makna di balik lambang Burung Garuda dalam desain istana


Suharso kemudian menjelaskan, desain Istana Negara berbentuk Burung Garuda yang dibicarakan masyarakat tidak didesain oleh arsitektur. Namun, itu dirancang oleh seorang seniman patung bernama Nyoman Nuarta.


Suharso mengatakan, makna dari karya tersebut harus menjadi perhatian. Ia menambahkan, pemerintah menginginkan Istana Negara di ibu kota baru ini bersifat Indonesia sentris dan juga melambangkan jati diri bangsa.


“Sebagai gagasan gedung, why not? Nanti kearsitekturannya silakan arsitek mikir, dari sisi security, civil engineering, affordable atau tidak. Yang penting adalah pesan di balik ini, kenapa diinginkan bangunan yang bentuknya seperti itu,” ucapnya.


Pemerintah membuka pintu jika ada yang punya ide desain istana yang mewakili bangsa


Soal lambang Garuda di Istana Negara yang sudah viral, Suharso menyebut itu adalah pra desain Istana. Ia mengatakan, jika ada yang bisa membuat desain yang merepresentasikan jati diri bangsa, perubahan pada pra-desain tetap terbuka.


“Kalau ada yang bisa mewakili (identitas bangsa) ya monggo. Untuk sebuah gagasan ide presiden menawarkan ini pradesain, jadi silakan kita terbuka,” kata Suharso.


Jokowi membuka masukan para arsitek untuk desain Istana Negara di IKN


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo "Jokowi" buka suara terkait kritik desain Istana Negara di ibu kota baru. Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Jokowi menyebut desain Garuda yang kontroversial di Istana Negara itu hanyalah pradesain.


Ia mengatakan, pemerintah akan mengundang para ahli dan arsitek untuk memberikan masukan tentang desain Istana Negara.


“Dengan masukan-masukan itu nantinya, saya akan mengundang kembali para arsitek dan para ahli lainnya untuk melakukan pengkayaan pradesain menjadi basic design Istana Negara,” tulis Jokowi di akun Instagram-nya, @jokowi.


Jokowi menjelaskan, tahun lalu Kementerian PUPR mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan ide tentang bangunan ikonik di ibu kota baru negara tersebut. Sejumlah usulan disampaikan, salah satunya pra-desain Istana Negara oleh seniman patung kondang Nyoman Nuarta.


“Usulan beliau sarat dengan filosofi lambang Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Jokowi.


Jokowi pun menegaskan, usulan tersebut masih dalam tahap pradesain. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah masih terbuka dengan masukan dari para ahli dan arsitek terkait desain Istana Negara.


“Saya menginginkan Istana Negara tidak hanya dikenang sebagai tempat presiden bekerja atau menjadi simbol kebanggaan bangsa, tapi juga mencerminkan kemajuan bangsa,” ujarnya.


Kritikus mengatakan bahwa desain Garuda di Istana Negara tidak mencirikan kemajuan peradaban


Sebelumnya, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa di akun Instagramnya, @suharsomonoarfa, beberapa hari lalu mengunggah video tentang desain IKN di Kalimantan Timur. Dalam video tersebut juga terdapat desain kemegahan Istana Negara dengan lambang patung Garuda raksasa.


Namun, alih-alih menuai pujian, desain Istana Negara di IKN menuai kritik dari lima asosiasi profesi. Kelima asosiasi tersebut adalah Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP).


Dalam keterangan tertulisnya, lambang Garuda dalam desain Istana Negara dinilai tidak mencirikan kemajuan peradaban Indonesia di era digital dengan visi yang berkemajuan, era bangunan emisi rendah dan pasca COVID-19 (new normal).


“Bangunan gedung Istana Negara seharusnya merefleksikan kemajuan peradaban/budaya, ekonomi dan komitmen pada tujuan pembangunan berkelanjutan negara Indonesia dalam partisipasinya di dunia global,” tulis rilis mereka.


Kelima asosiasi tersebut juga mengatakan bahwa gedung Istana Negara harus menjadi contoh bangunan yang secara teknis bercirikan prinsip rendah karbon dan pembangunan cerdas mulai dari desain, konstruksi hingga perawatan gedung.


Oleh karena itu, atas kritikannya, kelima asosiasi ini merekomendasikan agar Istana versi burung Garuda disesuaikan menjadi monumen atau tugu yang menjadi landmark dalam posisi strategis tertentu di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) dan disingkirkan dari fungsi dari gedung istana.


"Mengusulkan desain bangunan gedung Istana agar disayembarakan dengan prinsip dan ketentuan desain yang sudah disepakati dalam hal perancangan kawasan maupun tata ruangnya, termasuk target menjadi model bangunan sehat beremisi nol," kata mereka.

Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads