Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui vaksin COVID-19 AstraZeneca yang baru masuk di Indonesia akan habis masa berlakunya pada Mei 2021.
“Yang critical AstraZeneca karena sudah datang. Biasanya ada enam bulan sampai satu tahun, kita baru tahu ini expired date-nya Mei, padahal dia suntikannya bedanya sembilan sampai 12 minggu dan sampai sekarang juga masih menunggu lot rilis dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” kata Budi dalam rapat kerja gabungan Komisi IX DPR yang disiarkan di kanal YouTube DPR, Senin (15/3/2021).
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin akan digunakan untuk fase pertama vaksinasi
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo kemudian mempertanyakan solusi yang diberikan Kementerian Kesehatan. Menurut Budi, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin asal Inggris ini akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama.
“Karena nanti berikutnya akan datang lagi, kalau gak salah sekitar 3 juta (dosis vaksin AstraZeneca) di 22 Maret, dan 7 juta di 2 April,” kata Menkes.
Kementerian Kesehatan masih menunggu penelitian WHO tentang efek samping vaksin AstraZeneca
Mengenai efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin AstraZeneca, Budi masih menunggu hasil penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menunggu hasil penelitian dari The Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) dan European Medical Authority (EMA).
“Beberapa negara mengamati ada gangguan di darah, kemudian mereka menghentikan (penggunaan vaksin). Sampai sekarang berita yang kami terima WHO masih meneliti,” ujarnya.
Menurut Budi, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah ada kaitannya karena vaksin atau tidak.
"Dari BPOM London bilang bukan vaksin, tapi yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksin," ujarnya.
BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.
"Badan POM telah menerbitkan persetujuan penggunaan masa darurat atau emergency use authorization pada 22 Februari 2021, dengan nomor EUA 2158100143A1," kata Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito saat jumpa pers virtual, Selasa, 9 Maret 2021.
Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya







0 Komentar