Atalanta yang mengakui kekalahan atas Madrid karena kesalahan diri sendiri. Sumber foto: twitter official Atalanta @Atalanta_BC
Atalanta harus rela didepak Real Madrid di ajang Liga Champions. Kegagalan La Dea adalah bukti hasil dari kesalahan mereka sendiri.
Atalanta yang datang ke Estadio Alfredo Di Stefano, pada hari Rabu (17/3/2021) dini hari WIB, dalam leg kedua 16 besar Liga Champions dengan hanya modal kekalahan 0-1 di leg pertama. Gol Madrid di Bergamo lahir melalui kaki dari Ferland Mendy, setelah Atalanta yang hanya bermain dengan 10 orang sejak menit ke-17.
Pada pertemuan kedua, Atalanta juga sempat menekan di awal laga. Namun, La Dea justru malah tertinggal di babak pertama melalui gol dari Karim Benzema, yang menerima umpan Luka Modric usai kesalahan dari penjaga gawang Marco Sportiello melepaskan umpan.
Madrid berhasil mencetak gol kedua di menit ke-60 lewat titik putih penalti, yang dicetak oleh Sergio Ramos. Rafael Toloi terpaksa harus menjegal Vinicius Junior di garis kotak penalti dari upaya serangan balik Los Blancos.
Atalanta juga sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 lewat tendangan bebas dari Luis Muriel di menit ke-83. Satu menit berselang Marco Asensio yang berhasil mencetak gol untuk membawa Madrid menang 3-1, yang dibangun lewat serangan balik.
Hasil ini juga membawa Madrid ke babak perempatfinal dengan agregat 4-1. Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, menilai hasil buruk didapat karena kesalahan dari diri sendiri.
"Sangat disayangkan, gol pertama, penalti, dan bahkan gol di leg pertama membuat tim menjadi semakin sulit. Ketika Anda menghadiahkan gol seperti itu (blunder), itu akan menjadi lebih sulit," kata Gasperini kepada Sky Sport Italia.
"Kami juga merasa punya kemungkinan untuk tampil lebih baik dari ini, tapi kami mengambil jalan yang salah, itu sebagian karena kesalahan kami sendiri," sambungnya.
Meski terdepak di Liga Champions, Gasperini juga harus tetap bersyukur bisa berhadapan dengan Madrid. Los Blancos adalah klub yang memiliki gelar Liga Champions paling banyak saat ini.
"Pengalaman ini selalu fantastis buat para pemain kami, pelatih, dan klub, karena kami menghadapi tim yang terbaik di pentas internasional," Gasperini mengungkapkan.
"Kami masih juga harus puas, karena kami menyingkirkan Ajax dan lolos satu grup dengan Liverpool, meski kami juga tetap berharap bisa tampil lebih baik di kedua pertandingan melawan Real Madrid," tegasnya.
Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya








0 Komentar