Ilustrasi, sumber foto: Freepik
Plak gigi dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan pada gigi dan gusi Anda. Untungnya, ada beberapa cara menghilangkan plak pada gigi yang cukup efektif menjaga kesehatan mulut Anda.
Plak gigi tampak seperti lapisan halus, kuning atau putih tipis yang umumnya ada di antara gigi dan di sepanjang garis gusi pada gigi. Plak gigi yang terbentuk akibat menempelnya berbagai bakteri pada gigi, dan akan semakin terlihat saat gigi tidak disikat.
Plak gigi terjadi ketika kue, permen, susu, minuman ringan, atau makanan berkarbohidrat tertinggal di gigi. Kemudian bakteri yang hidup di dalam mulut mengeluarkan asam yang dapat merusak email gigi (lapisan pelindung luar gigi) dan menyebabkan gigi berlubang. Bakteri tersebut juga dapat menyebabkan bau mulut, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak.
Penyakit Plak Gigi
Jika dibiarkan terus menerus, plak dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, gusi, bahkan tulang penyangga gigi, berupa:
Gigi berlubang atau membusuk. Jika tidak ditangani, kerusakan dapat menyebar ke pulpa (lapisan akar) di tengah gigi dan menyebabkan sakit gigi dan abses.
Kalkulus (karang gigi), yaitu lapisan plak yang mengeras seperti semen yang tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi.
Gingivitis, merupakan peradangan pada gusi yang membuat gusi menjadi merah, bengkak, dan nyeri.
Periodontitis, merupakan infeksi pada gusi yang menyebar dan menyebabkan kerusakan pada tulang gigi di sekitar rahang. Periodontitis terjadi ketika radang gusi semakin parah. Penyakit ini mengakibatkan terbentuknya celah antara gigi dan gusi. Jika tidak dirawat, gigi akan perlahan lepas dari gusi dan akhirnya rontok.
Mencegah dan Menghilangkan Plak Gigi
Selain membuat gigi tampak menguning dan menimbulkan penyakit, plak gigi juga bisa membuat senyuman tak sedap dipandang. Cara mencegah dan menghilangkan plak pada gigi bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Menggosok gigi. Cara terbaik untuk memerangi plak adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam. Menyikat gigi dua kali sehari membantu mencegah penumpukan plak dan menghancurkan plak yang mulai menumpuk. Bakteri penyebab plak akan terus berkembang, sehingga menyikat gigi harus dilakukan secara rutin.
Menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu halus dan pasta gigi yang mengandung fluoride, selama dua menit. Tepung melindungi gigi dengan mengikat enamel dan menciptakan permukaan yang lebih keras. Pastikan juga seluruh area mulut (gigi, gusi, lidah, bagian dalam pipi) disikat dengan bersih.
Ganti sikat gigi Anda setiap 3-4 bulan.
Gunakan benang gigi atau tusuk gigi setidaknya sekali sehari (sebelum tidur malam) untuk menghilangkan bakteri dan sisa makanan.
Konsultasi dengan dokter gigi Anda tentang penggunaan obat kumur atau obat kumur. Ini berbeda dengan obat kumur yang hanya berfungsi menyegarkan nafas. Beberapa jenis obat kumur mengeringkan mulut dan sebenarnya dapat membantu mengembangkan jenis plak tertentu.
Hindari makanan dan minuman manis dan lengket seperti permen, kismis, cemilan berlapis coklat, atau minuman ringan.
Makan makanan yang seimbang dan batasi camilan. Jika Anda ingin camilan, pilih yogurt tanpa rasa (tanpa tambahan perasa dan pemanis), keju, buah, atau sayuran mentah. Selain bisa menghilangkan sisa makanan, sayuran seperti seledri juga membantu menetralkan air liur asam penyebab plak.
Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk memeriksa dan membersihkan gigi.
Jika gigi Anda penuh dengan plak, jangan khawatir karena plak tersebut bisa dilepas. Dokter gigi dapat melakukan perawatan untuk membersihkan gigi dari plak gigi. Pembentukan kembali plak pada gigi dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut. Plak hilang, gigi sehat, tawa menjadi lebih lepas.
Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya








0 Komentar