Ilustrasi, sumber foto: Viva
Tidak hanya kaya akan budaya, Indonesia juga kaya akan peninggalan sejarah. Tidak sedikit dari peninggalan sejarah tersebut yang memiliki nilai yang sangat tinggi. Peninggalan sejarah ini tidak hanya terlihat di depan mata, tetapi juga banyak yang masih tersimpan di darat dan laut yang merupakan bagian dari harta karun nusantara.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan ada 900 titik harta karun di perairan Indonesia. Sebagian besar berada di Pantai Timur Sumatera, Laut Jawa, dan beberapa titik di Laut Sulawesi dan Kalimantan. Harta karun tersebut berasal dari kargo kapal yang tenggelam pada zaman dahulu kala.
Ada pula harta karun dari kapal perang yang tenggelam di Indonesia Timur dan beberapa titik di Laut Jawa dan Selat Sunda. Namun, hingga saat ini data tersebut masih harus diverifikasi lagi oleh KKP.
Berbicara tentang harta karun, berikut adalah daftar harta karun yang pernah ditemukan di Indonesia.
Harta karun senilai Rp 215 miliar ditemukan di Tanjung Pinang Bintan
Menurut data Asosiasi Perusahaan Benda Muatan Kapal Tenggelam (ASPBMKT), pada tahun 1985 seorang warga negara Australia bernama Michael Hatcher berhasil mengambil harta karun tersebut dari De Geldermalsen, kapal dagang VOC Belanda yang tenggelam 2,5 abad silam di perairan antara Pulau Mapur dan Merapas, sekitar 75 mil tenggara Tanjung Pinang Bintan, Indonesia.
Dalam temuannya, tak kurang dari 150 ribu barang pecah belah antik buatan China, ditambah 225 batang emas batangan berhasil dikeluarkan dari kapal tenggelam, dan berhasil dilelang di Balai Lelang Christie di Amsterdam dengan total nilai US $ 15 juta atau Rp 215 miliar.
Ditemukan harta karun Rp 1,1 triliun di Cirebon
Pada 2004, pemindahan harta karun di Cirebon oleh PT Paradigma Putera Sejahtera juga sempat menghebohkan. Nilai lelang mencapai US $ 80 juta atau Rp1,1 triliun.
Belakangan, kumpulan harta karun tersebut mengundang silang pendapat antara kepolisian RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepolisian menilai pengangkatan itu ilegal karena tidak ada izin pengangkatan dari menteri terkait.
Sedangkan dasar hukum yang digunakan KKP adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107 Tahun 2000 tentang Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam. Akhirnya, polisi terus menyita kapal MV Siren yang disewa PT Paradigma Putera Sejahtera yang sedang berlabuh di Pelabuhan Marunda.
Harta karun di dekat kuburan kuno ditemukan saat tsunami melanda Aceh
Harta karun juga ditemukan di Aceh pada 2004. Pada 2013, Daily Mail menulis cerita tentang penemuan harta karun ini. Harta karun itu ditemukan di dekat kuburan kuno saat tsunami dahsyat melanda Aceh pada tahun 2004.
Koin yang ditemukan diperkirakan berasal dari 1200 hingga 1600 Masehi. Koin-koin yang ditemukan tersebut kemudian dijual kepada kustodian yang saat itu mematok harga Rp. 800 rupiah per keping.
Harta karun senilai jutaan rupiah ditemukan di pulau Belitung
Di Pulau Belitung, seorang direktur perusahaan beton asal Jerman, Tilman Walterfang, juga menemukan harta karun senilai jutaan dolar. Dia menyelam ke dasar lautan untuk mengambil kapal layar jenis dhow, yang mengarungi lautan dari Afrika ke Cina sekitar 830 Masehi.
Harta karun tersebut memiliki makna sejarah yang besar sehingga Shanghai, Singapura dan Doha di Qatar berlomba-lomba untuk membelinya. Sekitar 60.000 artefak yang dikumpulkan tim Walterfang dari dasar laut, termasuk kendi minuman anggur, mangkuk teh dengan pola tumpukan emas, piala perak, serta piring berusia 1.200 tahun.
350.000 barang keramik milik Kapal Tek Sing ditemukan di Bangka Belitung
Dari Mei sampai Juli 1999, Michael Hatcher dan PT. Prasarana Cakrawala Dirga mencuri 350.000 keping keramik Cina dari kapal karam bernama Tek Sing di perairan Bangka Belitung.
Saat itu, patroli dari Armada Barat TNI-AL menangkap Kapal Restless dan Tongkang Swisco Marine IX, karena diduga izin penunjukan BMKT tersebut palsu. 350.000 barang keramik dilelang di Nagel Auktionen Adlerstrasse, Stuttgart Jerman, pada 17-25 November 2000.
Oleh karena itu, Michael Hatcher diburu oleh polisi Indonesia karena dituduh melakukan penjarahan terhadap artefak berharga yang merupakan harta karun di perairan Indonesia.
Tangkasnetindo | Bolatangkas Online Asia | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya







0 Komentar