SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Jubir Satgas COVID-19 Tanggapi Surveu Terkait Masih Ada Pelajar yang Tolak Vaksinasi COVID-19

 

Ilustrasi, sumber foto: RIANA SETIAWAN/JAWA POS


Tangkas Net Indo - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menanggapi hasil survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Survei tersebut terkait dengan vaksinasi COVID-19 pada anak usia 12-17 tahun.


Hasil survei menyebutkan 88,2 persen siswa usia penerima vaksin ingin menjalani vaksinasi. Sementara itu, 8,5 persen ragu-ragu dan 3,3 persen menolak.


Terkait siswa yang masih menolak, Wiku tidak menjelaskan upaya yang akan dilakukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Ia hanya menilai mayoritas siswa bersedia divaksinasi.


“Hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas peserta didik memiliki kesadaran dan kemauan untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi nasional,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/8/2021).


Sebanyak 1,7 juta anak usia 12-17 tahun telah divaksinasi


Wiku mengatakan, per 31 Agustus 2021, 1,7 juta anak berusia 12-17 tahun telah menerima vaksin COVID-19. Sementara jumlah tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin sebanyak 1,9 juta orang.


“Ini upaya pemerintah memastikan perlindungan maksimal dalam PTM terbatas,” katanya.


Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menurun


Selain itu, Wiku juga menyampaikan data kasus aktif COVID-19 di Tanah Air. Ia mengatakan, hingga 29 Agustus 2021, jumlah kasus aktif mengalami penurunan.


"Persentase kasus aktif 5,34 persen, sudah berada di bawah dunia yang kasus aktifnya 8,56 persen," katanya.


Wiku menjelaskan persentasenya lebih kecil jika dibandingkan dengan negara dengan kasus aktif tinggi. Dia mencontohkan Amerika Serikat dengan 20,63 persen kasus aktif dan Inggris dengan 17,72 persen.


"Presentase kasus aktif di Indonesia masih lebih rendah sekitar empat kali lipat," katanya.


Meski demikian, Wiku mengakui jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan India. Dia mengatakan kasus aktif di India sekarang 1,16 persen.


Angka kesembuhan di Indonesia lebih tinggi dari dunia


Wiku menyebut angka kesembuhan pasien COVID-19 per 29 Agustus 2021 lebih tinggi dari dunia. Persentase kesembuhan di Indonesia 91,42 persen, sedangkan dunia 89,36 persen.


"Sebagai informasi, angka kesembuhan Indonesia pernah mencapai yang tertinggi 92,08 persen pada 3 Juni lalu. Kemudian lonjakan kasus Juli kemarin, angka kesembuhan sempat turun hingga 78,6 persen," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads