SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Gubernur Anies Berencana Buat Daftar Hitam Bagi Pengunjung Tempat Usaha yang Langgar Prokes

 

Sumber foto: kontan.co.id


Tangkas Net Indo - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berencana membuat daftar hitam atau blacklist bagi pengunjung tempat usaha yang melanggar aturan protokol kesehatan selama PPKM.


Sanksi ini, kata Anies, berangkat dari kasus pelanggaran protokol kesehatan di sebuah restoran dan bar beberapa waktu lalu. Menurutnya, sanksi tidak hanya bisa diberikan kepada pengelola usaha, tetapi juga kepada pengunjung.


“Jadi, kalau Anda berada di tempat terjadi pelanggaran, sebelum keluar Anda akan di-scan semuanya. Di-scan, Anda masuk dalam blacklist orang yang tidak bisa ke mana-mana nanti. Karena kemana pun Anda pergi, akan ditolak karena Anda ikut ramai-ramai melakukan pelanggaran. Jadi, yang kena sanksi sekarang ini baru pengelola tempatnya," kata Anies di Jakarta, Rabu (8/9/2021).


Teknologi sedang dipersiapkan


Anies mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan teknologi yang dapat mewujudkan pemberian sanksi daftar hitam. Namun, dia belum menjelaskan secara detail.


"Jadi, sekarang sedang disiapkan teknologinya," katanya.


"Supaya begini, kalau Anda melihat suatu tempat, di situ ada pelanggaran, Anda keluar saja, daripada nanti kena sanksi. Sanksinya apa? Di rumah saja, belajar disiplin, jangan pergi-pergi," ujarnya lagi.


Akan ketahuan jika positif melanggar aturan


Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menjelaskan, nantinya teknologinya akan disiapkan seperti cara masuk ke mal saat ini. Jika dipastikan positif melanggar aturan, maka tidak diperbolehkan masuk.


"Nanti bukan positive test, tetapi positif Anda sudah berada di tempat di situ (pernah) terjadi pelanggaran," katanya.


Kode QR untuk tempat usaha sedang dibuat


Anies juga menyinggung masalah ekonomi di Jakarta. Saat ini pihaknya sedang membuat kode QR untuk tempat-tempat usaha, antara lain pabrik, restoran, dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan cepat.


“Sekarang di Jakarta kita akan percepat proses pembuatan QR code supaya lebih cepat lagi perekonomian bergerak, sehingga interaksi antara orang akan bisa jalan lebih cepat,” kata Anies.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads