SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

BMKG Jelaskan Hari Tanpa Bayangan Bakal Dialami Daerah-Daerah Ini

 

Tangkas Net Indo - Ilustrasi kegiatan guru mengajar di sekolah. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko


Sejumlah daerah di Indonesia mulai hari ini mengalami fenomena yang disebut Hari Tanpa Bayangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, Hari Tanpa Bayangan disebut juga dengan Kulminasi.


Fenomena ini terjadi ketika posisi matahari paling tinggi di langit. Kulminasi juga sering disebut transit atau istiwa'.


"Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama," tulis BMKG di situs resminya, Senin (6/9/2021).


Pada saat kulminasi utama, matahari akan berada di zenith. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya bayangan yang biasanya dihasilkan dari sinar matahari.


Fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi dua kali dalam setahun


Peneliti dari Pusat Sains dan Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Princeg menjelaskan, fenomena ini terjadi dua kali setiap tahun di wilayah yang terletak pada dua garis. Yakni Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).


“Sementara itu, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan hanya akan mengalami Hari Tanpa Bayangan Matahari sekali dalam setahun, yakni ketika Solstis Juni (20/21 Juni) untuk Garis Balik Utara maupun Solstis Desember (20/21 Desember) untuk Garis Balik Selatan,” kata Andi seperti dikutip dari situs resmi LAPAN.


Cara mudah untuk mengamati Hari Tanpa Bayangan


Andi menjelaskan, jika masyarakat ingin mengamati Hari Tanpa Bayangan di wilayahnya, bisa menggunakan benda tegak seperti tongkat, spidol, atau benda lain yang bisa berdiri.


Benda diletakkan pada permukaan yang datar. Kemudian amati pada jam yang ditentukan terjadinya Hari Tanpa Bayangan.


Wilayah dan waktu Hari Tanpa Bayangan


LAPAN juga merilis jadwal Hari Tanpa Bayangan yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia. Berikut daftarnya:


Indonesia bagian barat


  • Sabang; 6 September 2021, pukul 12.36 WIB

  • Banda Aceh; 7 September, pukul 12.36 WIB

  • Medan; 13 September, pukul 12.21 WIB

  • Tanjungpinang; 20 September, pukul 11.55 WIB

  • Pekanbaru; 21 September, 12.07 WIB

  • Padang; 25 September, pukul 12.10 WIB

  • Jambi; 27 September, pukul 11.56 WIB

  • Pangkalpinang; 28 September, pukul 11.46 WIB

  • Bengkulu; 2 Oktober, pukul 12.00 WIB

  • Bandar Lampung; 7 Oktober, pukul 11.46 WIB

  • Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB

  • Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB

  • Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB

  • Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB

  • Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB

  • Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB

  • Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB

  • Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB

  • Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB

  • Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB

  • Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB

  • Nunukan; 12 September, pukul 12.07 WIB


Indonesia bagian tengah


  • Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA

  • Tanjungselor; 15 September, pukul 12.05 WITA

  • Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA

  • Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA

  • Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA

  • Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA

  • Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA

  • Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA

  • Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA

  • Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA

  • Sumbawa Besar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA

  • Labuan Bajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA

  • Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA

  • Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA

  • Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA

  • Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA

  • Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA

  • Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA

  • Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA

  • Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA


Indonesia bagian timur


  • Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT

  • Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT

  • Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT

  • Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT

  • Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT

  • Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT

  • Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads