Sumber : Istimewa
TANGKAS NET INDO - Qualcomm ternyata siap serobot Nvidia jika proses akuisisi mereka terhadap ARM tak mendapat restu dari regulator.
Hal tersebut diutarakan langsung oleh CEO Qualcomm Cristiano Amon, yang mengungkapkan jika Qualcomm dan beberapa perusahaan lain siap membeli saham ARM jika nantinya SoftBank, sebagai pemilik ARM saat ini melepas saham ARM ke publik atau Initial Public Offering (IPO).
"Jika ARM nantinya independen, saya pikir anda akan menemukan banyak perusahaan di ekosistem ini yang tertarik, termasuk Qualcomm, untuk berinvestasi ke ARM," ujar Cristiano Amon.
"Jika ternyata ARM dilepas SoftBank dan menjadi perusahaan publik, dengan sebuah konsorsium perusahaan yang berinvestasi, saya pikir itu merupakan kemungkinan yang luar biasa," tambahnya.
Cristiano Amon juga mengaku jika Qualcomm akan tertarik untuk berinvestasi, dan dirinya juga menyebut sudah pernah berdiskusi dengan perusahaan lain yang punya pikiran sama.
Akan tetapi pihak Nvidia menyebut ARM butuh lebih dari sekadar IPO untuk mencapai potensi tertingginya. Karena ARM juga membutuhkan sumbangan teknologi baru, yang membuat Nvidia merasa mereka perlu untuk mengakuisisi ARM.
"Teknologi kami dan Qualcomm sangat saling melengkapi, kami menyambut bantuan Qualcomm dalam menciptakan teknologi baru dan produk untuk ekosistem ARM secara keseluruhan," kata juru bicara Nvidia dalam menanggapi pernyataan yang dilontarkan Cristiano Amon.
Akuisisi ARM oleh Nvidia pertama diumumkan pada September 2020 lalu dan diperkirakan membutuhkan waktu 18 bulan untuk diselesaikan. Sejak itu juga perusahaan seperti Qualcomm, Google, dan Microsoft meminta regulator untuk tak menyetujui akuisisi tersebut.
Pasalnya Nvidia ditakutkan akan menjadi penghalang ketersediaan teknologi ARM dan menghambat pembuat chip lain untuk menggunakan properti intelektual ARM, demikian dikutip dari Cnbc, pada Selasa 15 Juni 2021.
Nvidia ditakutkan tak bisa mengkapitalisasi akuisisi tersebut secara penuh tanpa memblokir akses perusahaan lain terhadap desain chip ARM.
Akan tetapi Nvidia berulang kali menyatakan jika mereka akan mempertahankan model lisensi terbuka ARM, dan akan berinvestasi besar-besaran di kantor pusat ARM di Cambridge, Inggris.
Sementara itu pihak regulator dari berbagai negara, seperti Federal Trade Commission milik AS, Competition and Markets Authority milik Inggris, dan State Administration for Market Regulation milik China saat ini sedang menginvestigasi akuisisi tersebut.









0 Komentar