SELAMAT DATANG DI TANGKASNETINDO.DAPATKAN BONUS 10 % SETIAP DEPOSIT.

Beberapa Gangguan yang Sering Dialami ODGJ

 Ilustrasi, sumber foto: LysogSalt dari Pixabay

TANGKAS NET INDOODGJ atau orang dengan gangguan jiwa sering mendapat diskriminasi dari masyarakat karena dianggap memiliki perilaku menyimpang. Padahal, dengan penanganan yang tepat, ODGJ tidak akan mengganggu atau membahayakan orang lain seperti yang selama ini dipikirkan.

ODGJ mengalami gangguan jiwa yang menyebabkan perubahan cara berpikir, perasaan, emosi, hingga perilaku sehari-hari. Gejala yang dialami ODGJ juga bisa membuat mereka sulit berinteraksi dengan orang lain.

Namun, ada juga ODGJ yang bisa hidup normal dengan pengobatan atau terapi rutin. Sayangnya, masih banyak ODGJ yang belum berobat, sehingga penyakitnya semakin parah.

Kurangnya informasi dan pemahaman tentang penyakit jiwa membuat banyak orang seringkali memperlakukan ODGJ dengan kurang baik. Tidak sedikit ODGJ di Indonesia yang masih terbelenggu atau terkurung karena dianggap membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Dengan menjalani perawatan yang tepat, ODGJ dapat memiliki kualitas hidup yang baik.

Beberapa Gangguan yang Sering Dialami ODGJ

Ada banyak jenis gangguan jiwa atau penyakit yang bisa dialami oleh ODGJ, antara lain:

1. Gangguan kecemasan

Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan dan kekhawatiran karena alasan tertentu, misalnya saat menghadapi ujian atau masalah tertentu. Biasanya, kecemasan ini akan hilang setelah faktor pemicunya teratasi. Namun, hal ini tidak terjadi pada ODGJ dengan gangguan kecemasan.

Orang yang mengalami gangguan kecemasan umumnya akan terus merasa cemas dan gelisah serta sulit untuk mengontrol perasaan tersebut. Timbulnya perasaan tersebut bisa berupa hal-hal sepele atau bahkan tidak ada pemicunya sama sekali.

Saat mengalami gangguan kecemasan, ODGJ juga bisa mengalami gejala lain, seperti banyak berkeringat, dada berdebar-debar, pusing, sulit berkonsentrasi, dan merasa ada bahaya yang datang atau mengancam.

Jenis gangguan kecemasan yang dapat dialami oleh ODGJ adalah gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, serangan panik, dan fobia.


2. Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

ODGJ dengan gangguan ini akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat melihat hal-hal yang kotor dan berantakan. Mereka juga sering memiliki perasaan atau pikiran yang sulit untuk dibendung tentang hal-hal tertentu.

Misalnya, ODGJ dengan OCD akan takut sakit, sehingga mereka akan mencuci tangan dan membersihkan rumah berkali-kali.

Selain itu, karena takut kecurian, mereka juga bisa mengecek kembali apakah pintu dan jendela rumah sudah terkunci rapat hingga berulang kali saat hendak bepergian.

ODGJ dengan gangguan ini dapat mengalami gejala yang cukup parah sehingga menyulitkan untuk melakukan aktivitas atau berinteraksi dengan orang lain.


3. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

PTSD atau gangguan stres pasca trauma adalah gangguan mental yang dapat dialami setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan, seperti kecelakaan, bencana alam, kekerasan, atau pelecehan seksual.

ODGJ dengan PTSD akan sering mengingat kejadian yang membuatnya trauma. Penderita kondisi ini juga akan sering merasakan gejala-gejala tertentu, seperti sulit tidur, gelisah, merasa takut dan bersalah, atau panik, ketika melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan hal-hal yang memicu trauma.


4. Gangguan kepribadian

Orang dengan gangguan kepribadian umumnya memiliki pola pikir dan perilaku yang dianggap menyimpang, aneh, atau tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di lingkungan sekitarnya. ODGJ dengan gangguan kepribadian juga umumnya akan mengalami kesulitan memahami emosi dan berinteraksi dengan orang lain.

Ada banyak jenis gangguan kepribadian yang dapat dialami oleh ODGJ, antara lain gangguan kepribadian antisosial, gangguan kepribadian ambang, gangguan kepribadian obsesif kompulsif, dan gangguan kepribadian narsistik.


5. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar merupakan salah satu jenis gangguan yang juga dapat terjadi pada ODGJ. Perubahan mood pada ODGJ dengan gangguan bipolar ditandai dengan beberapa fase yaitu fase mania dan fase depresi.

Saat mengalami fase manik, pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat bahagia, sangat antusias atau bersemangat, banyak bicara atau makan, sulit tidur, dan tidak bisa diam. Namun, saat memasuki fase depresi, penderita bisa mengalami gejala depresi.

Masing-masing fase ini dapat berlangsung selama berjam-jam, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. Jika tidak mendapatkan pengobatan, ODGJ dengan gangguan bipolar berisiko tinggi untuk melakukan bunuh diri dan perilaku berisiko, seperti menggunakan narkoba dan alkohol.


6. Depresi

Depresi merupakan salah satu gangguan jiwa yang paling banyak diderita oleh ODGJ. Menurut data WHO, diperkirakan sekitar 264 juta orang di seluruh dunia mengalami atau setidaknya pernah menderita depresi.

Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki gejala depresi, sehingga kondisi ini bisa semakin parah.

ODGJ yang mengalami depresi seringkali mengalami beberapa gejala, seperti terlihat lesu dan tidak bersemangat dalam menjalani hidup, sulit tidur atau banyak tidur, tidak mau makan atau makan terlalu banyak, gangguan hasrat seksual, dan perasaan sedih, bersalah, dan tidak berdaya karena tidak alasan yang jelas. bersih.

Jika sudah parah, ODGJ yang mengalami depresi mungkin berniat atau pernah mencoba bunuh diri. ODGJ akibat depresi perlu mendapatkan penanganan dari dokter agar kondisinya dapat membaik.


7. Skizofrenia

ODGJ yang menderita skizofrenia dapat mengalami gejala halusinasi, delusi atau delusi, pola pikir aneh, perubahan perilaku, dan kegelisahan atau kecemasan.

Saat mengalami halusinasi, ODGJ dengan skizofrenia akan merasa seperti mendengar, melihat, mencium, atau menyentuh sesuatu, meskipun rangsangannya tidak nyata.

Tanpa pengobatan, ODGJ yang mengidap skizofrenia seringkali sulit berinteraksi dengan orang lain atau bahkan terbelenggu karena perilakunya yang dianggap membahayakan diri sendiri atau orang lain. Namun, dengan pengobatan yang tepat, ODGJ dengan skizofrenia dapat hidup normal dan produktif.


Langkah-langkah Penanganan ODGJ

ODGJ atau orang yang memiliki gejala gangguan jiwa tertentu perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari psikiater. Untuk mendiagnosis jenis gangguan jiwa yang dialami oleh ODGJ, dokter dapat melakukan pemeriksaan kejiwaan.

Setelah didiagnosa mengalami gangguan jiwa tertentu, ODGJ bisa mendapatkan pengobatan agar gejala yang dirasakan bisa membaik. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan psikiater untuk menangani ODGJ:


Pemberian obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan kepada ODGJ tergantung dari jenis gangguan jiwa yang dialaminya. Untuk mengobati ODGJ yang memiliki gangguan mood, seperti depresi atau gangguan bipolar, dokter mungkin akan meresepkan antidepresan dan penstabil mood.

Sedangkan untuk mengatasi gangguan kecemasan pada ODGJ, dokter dapat memberikan obat penenang atau pereda kecemasan. Beberapa obat ini diberikan untuk jangka waktu tertentu, tetapi beberapa perlu diberikan seumur hidup.

Oleh karena itu, tidak disarankan bagi ODGJ untuk menghentikan pengobatan tanpa pengawasan dokter karena dapat menyebabkan kekambuhan penyakit yang dialaminya. ODGJ juga disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping tertentu dari pengobatan yang dijalaninya.


Psikoterapi

Penanganan ODGJ juga dapat dilakukan dengan psikoterapi yang dilakukan oleh psikiater dan psikolog untuk menangani gangguan emosi atau masalah psikologis yang dirasakan pasien.

Melalui psikoterapi, ODGJ akan dibimbing dan dilatih untuk belajar mengenali kondisi, perasaan, dan pikiran yang menyebabkan keluhan yang mereka alami, dan membantu mereka untuk dapat menghadapinya secara positif.

Jika kamu atau anggota keluarga kamu adalah seorang ODGJ, jangan berkecil hati dan mencari bantuan dengan berkonsultasi dengan psikiater.

Dengan penanganan yang tepat dari psikiater dan psikolog, ODGJ dapat hidup normal dan produktif layaknya orang yang tidak memiliki kondisi yang sama. Oleh karena itu, ODGJ tidak perlu dijauhi atau bahkan dikucilkan.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

header ads